Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Januari 2019

Dapur QLC

@dapurqlc open 06:30 - 09:00 Wib Pagi dan Sore jam 15:00 - 17:30 Wib, nan suko Karupuak_Qu_ah samo Pisang_Krispy_Qu, silahkan mampir, di Qur'an Learning Centre atau nan taragak bana silahkan di order WA 085364655580. Insya Allah cita rasa memuaskan.

Senin, 24 November 2014

Kredit dan Kriminal

          Maraknya pemberian pinjaman dalam bentuk kredit baik oleh lembaga perbankan maupun non perbank, merupaka salah satu indikator ekonomi tumbuh, pinjaman dapat berupa uang tunai, atau pemberian kredit lainnya contohnya, kredit kenderaan bermotor, rumah, dan lain sebagainya. 
         Karyawan bank maupun non perbankan dengan gencar mencari nasabah, mulai dari masyarakat dengan ekonomi rendah, sampai kemasyarakat ekonomi kelas atas. Memang tidak ada yang salah dilakukan oleh perbankan dan non perbankan, karena penyaluran kredit adalah bagian dari pekerjaan mereka, semakin banyak nasabah yang mempergunakan kredit maka semakin besar keuntungan yang diperoleh dari bunga yang dibebankan ke nasabah, bahkan dari hasil inilah merupakan pendapatan utama dari lembaga perbankan dan non perbankan.
          Tapi ironis saat ini kita lihat, sepertinya lembaga perbankan dan non perbankan, dengan gencar memasarkan dalam tanda kutip memaksakan peminjaman terutama terhadap nasabah yang mempunyai ekonomi lemah, seolah masyarakat dipaksa untuk berhutang, pada hal secara hitungan matematis mereka tidak mampu untuk berutang, jangankan untuk membayar cicilan plus bunga, untuk kebutuhan harian saja mereka tidak cukup, lalu karena iming-imingan dari tenaga marketing, akhirnya masyarakat menyepakati menerima kredit dari lembaga perbankan atau non bank.
          Ketika perjanjian terlaksana, maka terjadilah ikatan antara masyarakat sebagai peminjam dan lembaga sebagai pemberi pinjaman dengan jangka waktu tertentu dan besarnya cicilan plus bunga. Untuk ilustrasi kita ambil contoh Tuan A mendapat pinjaman kredit motor dari lembaga keuangan, yang kalau kita lihat penghasilan Tuan A tersebut boleh dikatakan tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari mereka, namun karena kepiawaian tenaga marketing Tuan A melakukan kredit motor dengan syarat yang begitu mudah. Alih-alih untuk bulan pertama mungkin Tuan A tidak kesulitan untuk membayar Cician Plus Bunga, namun untuk bulan-bulan berikutnya karena kondisi ekonomi Tuan A terlambat melakukan angsuran cicilan pus bunga, dan bulan-bulan berikutnya. Singkat cerita, karena cicilan plus bungan menumpuk dari bulan ke bulan akhirnya Tuan A tentu saja mencari cara bagaimana cara mendapatkan uang untuk melunasi cicilan tersebut.
            Salah satu cara yang dapat ditempuh oleh Tuan A, adalah copet atau maling, sehingga tidak jarang saat ini kita lihat orang maling atau copet, rampok dengan mempergunakan kenderaan yang bagus, karena ini adalah cara mudah, jika ini tidak dilakukan Tuan A maka kenderaan dapat ditarik oleh lembaga keuangan tersebut, dengan demikian kriminal menjadi meningkat, nah jika seandainya Tuan A betul-betul tidak dapat melunasi cicilan sampai tanggal yang disepakati maka lembaga pembiayaan tidak segan-segan untuk menyita kenderaan tersebut, alih-alih singkat cerita, pemberian pinjaman bukannya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, tapi malahan sebaliknya menyengsarakan masyarakat. 
               Pertanyaan apa yang salah dengan sistem ekonomi..??, terkait dengan pemberian pinjaman?, apakah orientasi kita hanya mencari untung?,ataukah sistem ekonomi atau bisnis anda memang didesain untuk menyengsarakan?, ataukah masyarakat yang terlalu bodoh sehingga mudah dibodohi oleh orang-orang yang beruang? ataukah orang-orang yang beruang yang pintar terlalu bodoh.